jahiliyah yang dahulu”. (AlAhzab :33) Jika kita renungkan keadaan orang-orang yang tidak memiliki rumah, yakni orang-orang yang hidup di pengasingan, di empe-remper jalan serta para pengungsi yang terusir di perkemahanper kemahan sementara, niscaya kita memahami benar nikmatnya ada di rumah. Tentu kita akan terenyuh dan haru mendengar orang misalnya dia mengatakan : “Saya tidak punya tempat tinggal tetap, terkadang saya tidur di rumah si Fulan, terkadang di kedai kopi, kebun atau di pantai, lemari bajuku ada di dalam mobil.”Dengan demikian kitapun akan memahami makna keberserakan karena tidak memiliki tempat tinggal atau rumah. Ketika Allah menyiksa orang-orang Yahudi Bani Nadhir, Allah mengambil dari mereka nikmat rumah ini, Allah mengusir mereka dari kampung halaman mereka. Allah berfirman : “Dialah yang mengeluarkan orangorang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung pada saat pengusiran pertama kali.”(AlHasyr: 2) Kemudian firmanNya : “Mereka
memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang
beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk pelajaran, hai orang- orang yang mempunyai
pandangan”. (AlHasyr : 2)
Download Ebook : 40NasehatMemperbaikiRumahTangga.pdf
0 komentar:
Posting Komentar